PT Grand Kartech : IPO
Seperti banyak sesama investor saham ketika ada sebuah emiten hendak IPO, timbul pertanyaan : Apakah saham IPO kali ini layak investasi?
Pertanyaan ini juga muncul ketika saya membaca salah satu berita tentang perusahaan / emiten yang akan IPO dalam waktu dekat ini yaitu : PT. Grand Kartech (GRKT, bukan kode emiten, hanya singkatan yang penulis berikan).
Pertanyaan diatas mudah-mudah susah untuk dijawab. Karena blog ini berisi analisa saham secara sederhana maka penulis akan menyajikan analisa secara sederhana saja.
GRKT
Mengacu website resmi emiten pada grandkartech.com, emiten adalah perushaan engineering (rekayasa) & manufaktur yang mampu mendesain dan membangun perlatan & mesin produksi yang dapat melayani berbagai sektor industri.
Dengan kata lain GRKT bergerak di bidang pembuatan mesin untuk mesin produksi industri seperti industri makanan, tekstil, kimia, minyak, gas, dan lainnya.
GRKT sudah didirikan sejak tahun 1921, perusahaan yang termasuk sudah lama & cukup berpengalaman. Ini ditandai dengan memiliki beberapa lisensi teknologi luar negeri, brand yang telah ter-maintain dengan baik, dan beberapa setifikasi mutu internasional.
Produk utama GRKT adalah boiler. Produknya juga sudah di-import ke luar negri.
Resiko usaha
Setelah penulis download & baca LK 2008-2012 GRKT ada beberapa resiko usaha yang dapat disimpulkan :
Penjualan GRKT tergantung pada prospek manufaktur lainnya, contoh : bila permintaan CPO global melemah maka produsen CPO mengerem produksi yang berakibat penghentian pemesanan mesin produksi baru. Pendapatan menurun ketika tahun 2008 & 2009 walau tidak sampai rugi.
Besarnya utang bank yang dimiliki GRKT. DER (Debt to Equity Ratio) rata2 5 tahun berkisar sekitar 6 keatas, cukup besar untuk perusahaan kontraktor. Untuk menunjang operasional, manajemen banyak menggunakan utang bank (komposisi utang bank sekitar 31%-42% dari liabilities).
Ketergantungan komponen utama pada pasar impor. Sehingga pendapatan rawan terhadap fluktuasi kurs valas.
Rencana penggunaan dana IPO
Menurut berita ini penggunaan dana IPO adalah : sebanyak 51,63% akan dialokasikan untuk
plant building dalam pembangunan tahap II Karawang, sebanyak 43,22%
untuk membeli mesin dan alat produksi baru, sedangkan sebesar 5,15%
untuk membeli kendaraan operasional. Dengan rencana tersebut, diharapkan peningkatan kapasitas produksi mencapai 50-100%.
Biasanya salah satu penggunaan dana IPO adalah pelunasan utang, tetapi dalam kasus GRKT dana digunakan untuk peningkatan produksi atau ekspansi. Sepertinya GRKT hanya memanfaatkan IPO untuk mencari dana murah tanpa memperhitungkan imbal balik untuk investor (terutama investor retail).
Selama 5 tahun Laporan LK, emiten hanya satu kali membagikan dividen pada FY 2012 sebesar Rp8M dan itupun dibarengi dengan penyertaan modal Rp13,2M.
Menurut hemat penulis, GRKT tidak akan membagikan deviden dalam waktu dekat (2-3 tahun kedepan).
Kesimpulan
- Secara bisnis, GRKT cukup menguntungkan dengan gross margin rata-rata (2008-2012) sekitar 27,5% tetapi karena kurang efesien manajemen, fluktuasi valas dan beban hutang bunga menyebabkan net margin rata-rata sekitar 2,22%.
- Untuk berinvestasi kurang menguntungkan karena kinerja perusahaan kurang konsisten dari tahun ke tahun dan banyak hutang :)
- Kemungkinan sahamnya juga tidak akan likuid di pasar dengan 320juta lembar yang beredar.
- Bila sempat saya akan buatkan valuasi PER nya.
Jadi, penulis tidak akan beli saham IPO GRKT :)
DISCLAIMER : Semua analisa merupakan pendapat subjekif pribadi penulis. Blog ini bukan ditujukan sebagi anjuran untuk berinvestasi. Penulis tidak bertanggungjawab atas semua kerugian yang ditimbulkan karena mengikuti informasi dari blog ini.